Iklan
Konten Dibuat oleh Manusia
Sebuah studi terbaru dari Serasa, yang disebut Peta Kredit, mengungkapkan fakta menarik: Hampir 40% konsumen menggunakan limit kartu kredit untuk melakukan investasi.
Iklan
Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa kartu kredit merupakan lini kredit yang paling banyak dicari oleh konsumen, dengan 52% jawaban.
Studi ini merupakan upaya untuk memahami hubungan konsumen dengan berbagai lini kredit yang tersedia di pasar.
Kartu kredit sebagai alat investasi utama
Perangkat penelitian dari Serasa menunjukkan tren menarik dalam perilaku konsumen Brasil. Setidaknya 40% responden menyatakan bahwa mereka menggunakan limit kartu kredit untuk melakukan investasi.
Hal ini menunjukkan bahwa konsumen sedang mencari cara alternatif untuk investasi dan memandang kartu kredit bukan hanya sebagai alat untuk berbelanja, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan pendapatan melalui investasi.
Data kredit Bank Sentral
Penelitian membuktikan bahwa bunga kartu kredit revolving adalah yang paling mahal di pasar, sementara CDB menawarkan imbal hasil lebih tinggi; bunga kartu kredit revolving dapat mencapai 415,3% per tahun, sehingga menjadi lini kredit termahal di pasar.
Sebaliknya, CDB dari bank menengah memberikan imbal hasil rata-rata antara 100% dan 115% dari CDI, yang berarti imbal hasil tahunan antara 11,15% dan 12,82% dengan CDI sebesar 11,15%.
Dengan demikian, kami menyimpulkan bahwa:
- Hindari kartu kredit revolving dengan segala cara! Bunga yang sangat tinggi dapat membebani anggaran Anda dan menimbulkan utang besar.
- Pertimbangkan untuk berinvestasi dalam CDB dari bank menengah: Opsi ini menawarkan imbal hasil yang jauh lebih tinggi daripada kartu revolving, dengan risiko yang lebih rendah.
Pertumbuhan kredit pada rekening digital
Studi tersebut juga menyoroti pertumbuhan kredit pada rekening digital, yang menjadi lini kredit kedua yang paling banyak dicari konsumen, dengan 25% jawaban.
Jenis kredit ini semakin populer berkat kemudahan akses dan penetapan harga yang lebih menarik dibandingkan dengan lini kredit tradisional.
Kredit pribadi sebagai lini kredit sekunder
Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa 18% konsumen mencari kredit pribadi. Kategori ini mencakup mulai dari pinjaman pribadi tanpa jaminan hingga bentuk pinjaman yang lebih kompleks, seperti kredit dengan pemotongan gaji dan kredit dengan jaminan kendaraan atau properti.
Sebagai kesimpulan, penelitian Serasa memberikan wawasan penting mengenai perilaku konsumen terkait kredit di Brasil. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumen menjadi semakin aktif dan strategis dalam investasi mereka, bahkan menggunakan limit kartu kredit untuk tujuan tersebut.
Tren ini menunjukkan kemungkinan perubahan dalam cara masyarakat Brasil mengelola kredit dan uang, yang mengarah pada hubungan yang semakin aktif dan sadar dengan keuangan mereka.
Iklan
Gambar: https://br.freepik.com/ wayhomestudio